Selasa, 14 Februari 2012

kebersihaan Kampus Tanggung Jawab Kita Bersama


Kampus yang jadi tempat baut aku belajar ini sungguh luas banyak rungan kelas dan tempat baut sekedar duduk-dukuk untuk menunggu jam perkuliah dimulai. Dikampus ku ini juga terdapat halaman dan tempat parkiran. Banyaknya mahasiswa yang kuliah dari pagi hingga petang agak membuat kampus terlihat kotor dengan banyaknya aktifitas yang dilakukan dikampus. Dalam lingkungan kampus yang sibuk seperti ini pasti kan banyak menimbulkan kekotoran dimana-mana. Dan hal ini yang sangat menganggu bagi mahasiswa lainnya yang sedang belajar. Dan kersihan kampus sering diremekan oleh penguhin kampus, terutama oleh mahasiswa. Hal ini yang perlu kita benahi untuk menjadikan kampus yang bersih dan di idama-idamakan oleh para penguhin kampus semuannya. Kadang juga sering aku jumpai didepan halaman ormawa banyak daun-daun kering yang jatuh tapi tak segera di bersihan oleh petugas kebersihan kelihatnya masih menunggu supaya sampah itu banyak. Apa dibenarkan kebersihan itu harus menunggu dengan banyaknya sampah yang ada. Apa hal seperti itu pantas untuk diperlihatkan oleh masyarakat umum padahal halaman itu dekat dengan jalan umum. Dan itu akan memberikan penilai yang sangat jelek tentang kersihan lingkungan kampus dari masyarakat luar yang melintas disitu.
Ini lah yang aku rasakan saat ini. Kebersihan kampus yang sangat kurang apa bila saat lihat dari aktifitas yang saya rasakan saat berada dalam lingkungan kampus. Entah itu dari halaman,tempat parker,rungan perkuliahan,dan toilet. Pejabat kampus atau petinggi kampus hanya memperhatikan satu tempat saja yang bersih. Ia dekanat atau rektorat lah yang menjadi preoinitas pertama bukan rungan perkuliahan. Meraka seolah-olah tak pedulil tentang kebersihan kampus yang menjadi tampat belajar bagi mahasiswanya. Dan meraka hanya peduli terhadap rungan kerja masing-masing. Pejabat kampus hanya memperlihatan keindah dalam kerbersihan hanya sebagian titik saja yang diutamakan hanya dekanat. Tanpa melihat rungan perkulian apa sudah sesuai dengan apa yang diharapan oleh para mahasiswanya.
Ruang perkuliahan pun rasanya juga tidak pantas dilihat,adanya kertas-kertas yang berserakan dan bangku yang rusak dibiarkan begitu saja tidak ada tindakan oleh penghuni kampus dan yang terutama adalah petugas kebersihan. Tidak hanya itu ajah ditambah dengan LCD yang banyak yang rusak dibiarkan saja. Pada hal tempat sampah pun udah disiapan di samping rungan apa itu tidak cukup?dan apa tempat sampah perlu diletakan disetiap sudut rungan kampus?pastinya tidak hal itu akan memperlihatkan pemandangan yang tidak menarik untuk dilihat oleh mata kita. Pasti itu juga membuat suasan dalam rungan tidak nyaman dengan hadirnya sampah itu. Bukan hanya sampah yang membuat suasan tidak nyaman tembok-tembok yang banyak ada goresan sepatu. Hal ini biasanya buat tidak nyaman bila buat duduk-duduk dibawah sambil menunggu dosen yang belum datang. Ditambah lagi dengan lantai masih tegelan yang belum dipasang kramik.
Tidak jauh beda halnya dengan keadaan ruang perkuliahan toilet pun sangat kotor. Itu    pun membuat orang yang ingin ketoilet engan untuk pergi bila ada yang masih ingin pergi pastinya dia sedang terpaksa.toilet kotor seperti ini kadang membuat saya berpikir apa dosen juga mau masuk tempat seperti ini. Dengan bau toilet yang tak ubahnya seperti bau got-got dalam lingkungan rumah ku. Hal ini lah kebersihan dalam lingkungan kampusku perlu  untuk dipertanyakan lagi. Sekali lagi hal seperti ini lah yang membuat saya kurang nyaman bila berada lama-lama dalam lingkungan kampus.
Banyaknya sampah yang beserakan dalam halaman kampus bahkan dalam ruangan perkuliahan. Hal ini disebabkan oleh penghunin kampus yang tak punya tanggung jawab sesama sekali. Entah dari membunga sampah kecil seperti bungkus permen bukan itu saja sampah seperti kertas-kertas yang banyak berserakan didalam ruangan pun tidak sedikit jumlahnya. Saat membuang sampah meraka yang tak punya tanggung jawab tak pernah memperhatikan dimana tempatnya meraka hanya asal buang saja. Hal ini yang sering dilakukan oleh mahasiswa sendiri. Bukan itu saja tempat duduk pun tidak ditata rapi sesuai ketentuan yang sudah ada mereka seenaknya saja geser sana sini dan tak jarang juga yang sekedar menulis-nulis ditempat duduk. Ditambah lagi ruangan perkuliahan yang banyak tempat duduk yang rusak berserakan dibiarakan saja. Seharunya tempat duduk yang rusak bisa dibetulkan atau disisihkan dulu biar tidak menambah semerawut dalam rungan. Itu juga sangat kurang perhatian dari petugas kebersihan.
Ruangan toilet kotor itu disebabkan oleh penghunin yang setelah memakainya tidak  disiram itu pun membuat ruangan sangat bau sekali. Jarang dikurasnya bak-bak dan dipelnya toilet menjadikan kotor dan bau. Bukan itu saja bila ada yang sedang membersikan badan atau alas kaki yang kotor pasti meninggalkan sampah. Entah itu sampah plastik atau tahan yang terbawa oleh asal kaki. Ditambah lagi lantai-lantai yang sudah banyak berlumut dan ruangan toilet yang sudah lama. Hal ini yang membuat banyak penguhin tak mau menyiram dengan keadaan seperti pasti meraka berfikir biarkan saja toh toiletnya sudah kotor. Dan sifat seperti ini lah yang perlu untuk diluruskan supaya tak ada lagi ruangan,halaman,dan toilet yang kotor lagi. Kurangnya kesadaran mahasiswa untuk memilik dan menjaga lingkungan kampus, mereka berpikir hal tersebut merupakan tanggung jawab petugas kebersihan. Dan seharusnya rasa kepemilikan kebersihan kampus itu milik kita bersama.
Dampak yang ditimbulkan terhadap kuranganya kepedulian akan kebersihan kampus adalah kurang nyaman kita berada dalam lingkungan kampus. Seperti ini akan membuat kita merasa terganggu dalam aktifitas yang ada dikampus yang kita lakukan. Pasti bila kita melihat sampah-sampah yang banyak berserakan kita akan engan untuk melakukan aktifitas disitu. Pada hal itu sudah menjadi tempat buat kita melakukan perkuliah. Bukan itu saja bila banyak debu pasti itu juga akan menganggu dalam pernafasan dan disini lah kesehatan yang menjadi korbanya. Dempak yang lainnya pasti sifat acuh dan egois pastikan diperlihatkan dalam lingkungan kampus. Meraka sudah tak peduli lagi terhadap kampus dan kebersihannya yang penting hanya lah diri mereka sendiri.
Supaya kampus terlihat bersih tidak hanya bersih diluarnya saja. Itu semua perlu ada kerja sama semua pihak penghunin kampus. Dari dosen,karyawan,petugas kebersihan dan mahasiswanya ikut serata dalam menjaga kebersihan kampus. Bisa dimulai dari hal-hal yang kecil-kecil dulu misalnya membuang sampah pada tempatnya dan menyiram setelah memakai kamar mandi. Tidak pula mengores-gores tempok supaya temboknya kelihatan bersih dan enak untuk dipandang oleh mata. Dan sering dikontrol oleh petugas kebersihan pasti akan lebih ekfetif hal semacam ini. Kalau perlu sediakan tempat sampah setiap depan rungan dan sudut tertentu yang lebih ekfetif. Sampah-sampah itu juga sudah dibuatkan tempat buat untuk mendaun ulanga. Itu juga sudah membantu tuk menfaatkan sampah. Tapi bukan itu yang menjadi persoalan saat ini. Bagimana caranya supaya kesadaran kebersihan lingkungan kampus tuh menjadi kebiasan yang perlu dilakukan.
Bila kebersihan kampus dijaga dengan baik oleh semua para penghunin kampus pastinya dapat kita rasakan rasa yang nyaman dan sejuk. Semua keindahan yang ada dalam kampus juga akan memberikan dampak yang positif bagi proses belajar bagi mahasiswa. Agar kesehat juga terjaga dengan baik maka kebersihan lah yang paling utama disaat ini. Dan yang penting masyarakat luar juga dapat memberikan nilai yang baik apabila meraka berkujung.
Peran penghunin kampus saat penting untuk menentukan supaya kampus lebih bersih. Dengan mereka sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan kampus yang milik kita bersama dan untuk kita bersama. Jika kita yang memilik dan menjaga maka kita yang akan menikmatin semua itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar